Feeds:
Pos
Komentar

Air Minum Di Kehidupan saat Ini

Sehabis Magrib biasa di masjid di Solo/ Nirbitan @malam Sabtu : ada Tahsin disertai Uraian bberapa Hikmah Yang Penting buat Tadabbur untuk Ibu Ibu yang sedang semangat membaca Al Quran. Sesi sekarang sudah akhir surah At Taubah….Metodenya : One by One, setelah selesai : baru kita tuntun perkalimat (2-3 kata) untuk ditirukan bersama. Saat sampai ayat : 131 atau sebagai berikut, STOP jenak sambil diura Hikmah/ bukan sebab turunnya :

وَلَا يُنْفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

21. dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Ayat ini masih wajar buat kalangan ibu ibu baik muda maupun yg berumur….sudah sangat mafhum sekali…

Baru permulaan surah Yunus, sementara STOP dulu karena cukup buat TERTEGUN sambil renung sejenak, yakni : ayat 4

إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

4. Hanya kepada ALLOH SWT lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

Yang bikin TERTEGUN sambil Ngalamun sejenak : air minum yang sangat panas buat org org KAFIR……berapa yaah suhunya….?? sedang api akhirat : 70 X api dunia, lhaa air minum seberapa panasnya…..????

Inilah materi malam ini dan tentu panasnya lebih dari air mendidih yang ada di dunia


Menilik beberapa berita Rekening Gendut dari Staff Pajak, jadi ingat dulu saat mau ambil Tema atau Karya Tulis tentang NJOP : Nilai Jual Objek Pajak. Saat itu Pembimbing sudah menilai di tengah tengah penelitian atau observasi data : akan banyak kesulitan akibat VARIABEL DATA banyak yang sudah tidak STANDAR alias BAKU dalam aturan yang dibuat oleh Ditjen Pajak sendiri. Masa sekarang, tentu sudah ada Tim Penilai secara ilmiah dan realistis, dibuktikan dengan banyaknya Konsultan Penilai yang berasal dari SWASTA.

Guwe Mahh.....Salesnya Pajak

Meski Pembimbing II yang berasal dari Pejabat yang terkait, saat itu KP PBB Surakarta serta dari alumni yang sama. Akan tetapi basic atau objek penulisan sangat beda. Beliau/ Sang Pejabat itu : visi misinya sebagai Birokrat (tentu lebih longgar) dalam hal ” sajian data “. Bapak Pejabat tsb kebetulan juga sedang S2 di Jogja. Kedekatan saya, beliau juga seorang putra Ulama tersohor di daerah Banyumas/ Purwokerto sekaligus pahlawan lokal yang sangat dikenal….

Pembimbing Utama ( Dosen ) : meragukan serta menyangsikan kesimpulan atau RESUME yang didapat dari skripsi/ penelitian bila ” tetap dilanjutkan “. Besaran/ Variabel yang ada dalam Juklak, bila dikonfrontir di lapangan : akan beda jauh. Bagaimana menentukan NILAI atau HARGA, sedang kenyataan di lapangan : BELUM ADA STANDAR NYA….??? Sedangkan jumlahnya BANYAK SEKALI…..???? inilah masalah utama, dan akhirnya meski dengan berat hati : Judul serta Tema saya REJECT alias GANTI JUDUL dengan bahasan lebih specifik Teknis ke Disiplin Bidang ( Statistik Buat Pengukuran Yang Dihasilkan Alat Yang Berbeda ). Murni : Observasi dan Netral

Contoh Real : Tabel dari PBB untuk jenis Lantai, Dinding, Pagar punya tabel : Keramik, Porselin ( Lantai ), Tembok, Kayu, Bambu ( Dinding ), Besi, Tembok campur Besi, Alumunium dll ( Pagar ). Masih banyak lagi variabel lain yg tak bisa sebut one by one nya.

Jenis Ini : Susah Tentukan NJOP nya....??

Di alam nyata, kata Broery : Semangka Berdaun Sirih……jenis barang barang itu : sudah tidak ada atau nilainya lebih tinggi. Sebut saja : Hotel Bintang 5, Rumah Mewah Konglomerat, Gedung Pertemuan Ekspatriat, Gedung Jangkung dengan bahan import.
Bagaimana menentukan NILAI OBJEK PAJAK nya, jika yang ada dalam ATURAN sedang du lapangan NIHIL…..??? Polisi saja kadang kesulitan untuk ungkap kejahatan, bila itu diluar SOP atau Juklak….

Inikah, yang akhirnya oleh Petugas lapangan atau Surveyornya DISALAHGUNAKAN dengan berikan VALUE atau HARGA semaunya : hingga LAPORAN bisa dimainkan…..???? Harga Yang tidak ada dalam TABEL, dengan Label Petugas Negara : se-enaknya saja tentukan NILAI dan SEMUA INCOME masuk ke kantong pribasi sedang laporan ke Dinas : Wajar Wajar saja……????

Allohu A’lam…….Sesama mantan Surveyor : semua ini bisa terjadi dan tergantung pada CENTHELAN……
Ini sebagian SAMPLE dan CONTOH saja ( PBB : Pajak Bumi dan Bangunan ). Sedang PAJAK tentu banyak sekali : divisinya.


Tulisan ini lanjutan : Kepada Siapa Ku Mengadu : bagian-I, dengan tema beda namun masih sambung makna.

Beruntung anda sebagai warga yang variasi suku : klas Jawa. Lho koq…? yahh, inilah yang pernah dilontarkan mantan Pe-Qori terbaik di negri ini dan melanglang hingga negri sebrang….Kalo Bakmi Jawa…??? Yaa, ini dia. Hampir warung bakmi di Jogja : branding Bakmi Jawa seakan ” daya pembius tersendiri “. Padahal yang jual orang rantau semisal : Lamongan, Gresik, bahkan dari tanah Sunda juga. Untuk buka warung bakmi : ingin populer harus dengan nama ” bakmi jawa “.

Struktur Mulut menyimpan SOFTAWARE keluarnya HURUF

Orang jepang , ucap ASSALAMU’LAIKUM dengan ASSARAAMU’ARAIKUM, lidah ucap ” L ” agak kesulitan. Urang Sunda untuk ucap DODOL GARUT dengan bunyi DHODHOL GARUT, atau huruf DAL/ D yang asli plus efek ” H “/ belum mendekati huruf yang sebenarnya. Di beberapa musabaqoh, lidah jawa : memang sangat fleksibel. Bahasa apapun, kalimat apapun, ayat apapun : pengucapannya mendekati ” yang sebenarnya “. Mungkin inilah komentar beberapa JURI atau WASIT yang selalu berada pada MTQ baik regional, maupun international. Resume ini memang tidak dari sekolah, lembaga, atau fungsional tertentu dan murni dari realitas lapangan.

Laa Tuharrik Bihii Lisaanaka Lita’jala Bihi : Janganlah (yaa Muhammad) Gerakkan Mulut/ Lisan dengan Al Quran ini agar kamu ( Muhammad ) ingin cepat cepat. Demikian salah satu bunyi ayat masih taraf awal awal turunnya Al Quran, saat Beliau Muhammad (sebelum diangkat menjadi Rosul) asing dengan berbagai ” model bacaan “. Bahkan Nabi SAW menjawab ” Maa Anaa Bi-Qorii-in ” atau ” Saya/ Muhammad ini : Kagak Bisa Baca, Ya Jibril…..!!! “. Bukan berarti tidak bisa baca tapi tidak bisa UCAP SESUATU….??? Tentu, sebelum menjadi Rosul : beliau sudah menikah bahkan saat muda sebagai PENGGEMBALA KAMBING tentu berhubungan dengan lain orang, majikan (yang akhirnya menjadi istri yakni sayyidatanaa Khodijah Binti Khuwailid RA). JIBRIL menyampaikan WAHYU atau Kalam Ilahiyah dengan : sesuatu yang 100 % baru, maksudnya baru, isi nya baru diluar keseharian atau bahasa sehari hari.

Alm. Abdussomad dalam ajarkan ILMU TAJWID memang langsung dengan beri contoh gerakan mulut, membuka mulut serta jelaskan posisi ” huruf ini dihasilkan “, dengan waktu yang mungkin orang sekarang TIDAK SABAR/ Panjang Waktu. Namun karena sarana yang demikian sederhana, beliau cukup elegan saat itu mengingat ” diantara kefasihannya “. Di Jogja, pengasuh Krapyak dikenal sangat bagus juga kwalitas bacaan Qurannya. Bagus disini : belum ke arah kajian makna, arti dan lain lainnya. Di kancah zaman moderen, memang banyak orang atau kelompok : yang hafal saja/ Haafidz, namun belum tentu bisa menjelaskan arti serta makna. Akan tetapi, seseorang dengan miliki LIDAH JAWA : sudah banyak modal untuk latihan dan belajar huruf huruf dalam Al Quran, berkat LUWES NYA beberapa ungkapan, kecuali ada ” kekurangan ” seperti : PELO, CEDHAL, atau Gigi yang mulai rontok. Atau Filosofi JAWA : opo opo arep, hingga sifatnya MODERAT. Moderat karena saking NRIMONYA hingga WAHYU yang berbahasa Asing/ Arab : tetap mudah……Banyak bersyukur dengan konstruksi mulut yang masih utuh, hingga : membaca kalaamulloh, insya Alloh menjadi ” syafaat atau amal rujukan ” nanti nya. Banyak amalan di yaumil akhir : akan jadi SANDARAN UTAMA, walaupun di mata manusia SANGAT SEDERHANA bahkan dianggap REMEH…….

Allohu A’lam ……..bersambung ******


Materi Daam Tajwid Dalam Diagran Moderen

Kira Kira Dwi Minggu-an lalu, saat ada kajian sedehana (peserta yang sedikit), penulis ditanya : kemana Mas ini mendapat ilmu ( ranah/ telaah Islam )…..!???. Di Lembaga seperti jamaah Nahdhiyyin ( NU ), pertanyaan seperti ini ” wajar dan lumrah “. Ada syarat syarat dan Garis ketentuan, dimana seseorang boleh mensiarkan atau melakukan pembelajaran bila mempunyai ” sanad atau jalur khusus ” yang sambung dengan (tokoh tokoh legitimate yg bersangkutan), bahkan nyambung hingga Rosululloh SAW. Saat temu kawan Paketu Ormas suatu kota, beliau infokan : Habib XXX itu hafal Guru Gurunya hingga Nabiyyulloh SAW (ungkapnya)….Mangtabs lah….jika memang demikian.

SaatBocah : memang kita sudah akrab dengan lingkungan ponpes mini (kampung), alm. Kakek : Abdusshomad menantu alm. Abu Amar (pengasuh ponpes Jamsaen Solo). Jamsaren : diantara ponpes awal di negri ini. Istri ke-3 Abu ‘Amar yang berasal dar Madiun/ Sewulan adalah Nak Ndulur istri alm. Hasym Asy’ari : pendiri NU. Abu ‘Amar dengan istri 3 dengan putra/i nya : 21 orang. Diantara putri Abu Amar : dijodohkan dengan alm. AR Fahrudin ( tokoh Muhamadiyah yang legendaris di Jogja ), disamping sebagai anggota Dewan, Pak AR demikian akrabnya) : masih jualan bensin ecer disamping Ulama Muhamadiyah yang disegani (Runtuhnya Singgasana Kyai : 2003), dimana Penulis buku ini kader NU, Muda namun sudah wafat.

Langsung saja, Penulis akrab dg seni baca Al Quran/ Tilawah tamat hingga SMP. Pelajaran diperoleh dengan HUNTING GRATISAN kemana tempat yang ada, maklum zaman dulu masih banyak di kota Solo. Sedang TAJWID langsung dengan Sang Kakek yang memang sangat Bagus Bacaanya disamping Ahli Tafsir namun sangat Lembah Manah/ Low Profile. Diantara Guru Qiro’ ini sebut saja : Ibu Muslimah yang Cantik bak Model, Mas Ir. Arifin (skr Dosen Undar Jombang), Ibu Lilis (sdr Ipar, juara MTQ Bandung ), serta Kaset kaset baik Nanang Qosim, Aisyah Jamil, Mohamad Dong. Buat Kalangan Qori, nama nama ini pasti sangat akrab dan bawa nama Indonesia di Tingkat Internasional. Khusus TAJWID : Sang kakek, sangat DISPLIN sekali antara Jam Belajar dan Setor Bacaan ( macam preman azzah….byee…). Jika Salah dan Keliru, pukulan akan mendarat, namun tingkat nya buat pendidikan anak. Dari kelas 4 SD awal dikenalkan TAJWID, baru SMP kelas III kami dinyatakan LOLOS semuanya/ sayang gak ada ijasahnya yang penting percaya dan kurang lebih diatas 10X Khatam Quran serta CEK LANGSUNG dengan Sang Kakek, Di samping itu alhamdulillah Tingkat Solo : MTQ sudah mencapai Juara II. Mas Jamil (kakak kelas SMP), Mas Imron yang Model juga Model Pria Muda Solo saat itu : selalu bersaing di kancah MTQ baik tingkat kota/ propinsi….Knapa Hunting Gratisan….??

Kebo ini Dijuuki Kyai Juga oleh Tradisional People

Di Solo hingga sekarang, komunitas Pengajian sangat Variatif dari yang kampungan hingga disorot Dunia (Ponpes Al Mukmin Ngruki). Beberapa Tokoh Solo saat itu, penulis meski masih bocah sudah biasa mendengar obrolan dengan Sang Kakek, karena memang Kakek disamping Perintis Al Islam Solo, tidak afilisiasi dengan Partai, Ormas, Organisasi lain. Sebut saja alm Abdulah Tufail Saputra (founding MTA) yang sekarang MAJU PESAT, alm Abdulah Mardjuki (Tiga Serangkai, Founding ponpes As Salaam Solo), Amin Rais (Muda), Tokoh NU, Tokoh Mihamadiyah, dan Tak Kalah Penting alm. Abdullah Sungkar : DPO era Orba serta Ust Abu Bakar Ba’asyir (ABB Muda) yang sekarang mendekam sbg tahanan karena FITNAH terorisme era Reformasi Jilid-II. Bahkan diantara Menag RI : alm. Munawir Sadzali murid Beliau juga.

Ini Tulisan Bagian Pertama, dan BERSAMBUNG…..


Pagi ini setelah Shubuh : coba membaca Ibnu Kastir yang tulisannya kecil kecil, akhirnya malah tertidur ( karena tulisannya atau memang setannya sedang bermain ). Begitu beranjak bangun, ada suara dari radio yang agak kemresek/ karena gelombang nya tidak pas. Belakangan ketahuan Radio itu mungkin Milik Pribadi ( Mungkin Al Madinah FM ). Radio berbasis Salafiyyun, nampaknya. Isinya cukup INTI saja, yang ternyata rekaman seorang Tokoh DDI ( Dewan Dakwah islam ), Lembaga yang dulu binaan alm. Muhammad Natsir (Masyumi ) saat RI-1 Soekarno (alm).

sebuah musibah saat ini

Yang diperlukan buat Ulama Indonesia, pemimpin bangsa Indonesia : mensiasati musibah, bencana menjadi RAHMAD…..Beliau Penceramah sampaikan atau contohkan : Ada sebuah wilayah daerah KOLAKA : dulu ada daerah gagal total tanaman apapun, setelah ada gerakan sholat jamaah ( Lurahnya Hafidz Al Quran ). Warga diminta tetap dalam aktivitasnya sambil tunggu perkembangan waktu. Tidak sampai waktu lama, akhirnya hujan turun dalam beberapa waktu sedang musim sebenarnya TIDAK SEDANG MUSIM HUJAN. Sampe sekarang : daerah itu sudah tidak ada lagi yg menerima zakat maupun infaq dan lainnya yang sifatnya pemberian dari seseorang buat lainnya. Sayang sekali……Tepat 10 menit mendengar uraian Radio itu, siarannya langsung STOP…….Yahh, jadi gak tahu siapa Penyampai tadi……


protocolos in logos tanpa termos

Ini sebenarnya status pagi ini, namun alangkah baiknya di_SAVE dalam sebuah BLOG saja. Kenapa di abad digitalisasi segala bidang, seakan Islam diperlakukan sebagai biang keladi ” kekerasan atau kekisruhan dimana mana “………Sedangkan Al Quran sudah tandaskan : siapa saja dari kalangan manusia, mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SAW akan peroleh RAHMAD NYA ( QS. Al Anbiya : 107 ). Kisruh atau Ribut di beberapa negri muslim saat ini. memang bukan ISSUE lama. Segala daya dan upaya memang dicreate agar jangan sampai ISLAM mendunia, terlebih hukum hukum nya melebihi bikinan Barat yang sedang gencar kampanye dengan ” demokratisasi ” seluruh bangsa. Apa hasilnya di Irak….??? Apa hasilnya di Yaman….? dsb dsb….The Real Connecting People in Democration Victims “.

Anehnya, di negri mayoritas muslim dimanapun di-justifikasi pelakunya kalangan muslimin pula…..Bagi yang punya daya nalar yang kuat dan logik, ini aneh. Terlebih yang sering mengkaji Al Quran baik Makna Kontekstual serta Aplikasi Di Lapangan. Bila ,mayoritas muslimin tidak bisa merespond dengan baik, perlu BACK TO BASIC lagi dengan wahyu ini. Adanya bencana, musibah, situasi alam yang tak menentu : bila kita dikembalikan ke beberapa ayat Nya, bukan tanpa sebab. Silakan menggali kembali statement ini, benarkah atau cuma tulisan ” semau gue “. Intinya, apapun yang ISLAM akan tampakkan : insya Alloh, selalu ada hambatan dan ganjalan, dan hambatan ini bungkusnya ” sangat manis ” seakan sudah sesuai aturan Internasional. Lihat kampanye Jaringan Islam Liberal : yang hanya diterima bila IMAN kita tipis, tidak bagi mereka yang qolbunya sudah garansi dengan Islam.

Ada contoh menarik, baru baru ini : setelah FPI ( sebuah ormas Islam ), yang selalu dikabarkan oleh media sebagai Ormas Sakit dan Full kekerasan. Media mana yang mau siarkan, beberapa KEBAIKAN dan JASA JASA nya di berbagai daerah. Tak tanggung tanggung, ketua MPR langsung angkat bicara bahkan diamnini dalam Dialog Tadi Malam : Kepala Negara RI dengan Wartawan. Namun beberapa pengamat langsung bereaksi dingin. Justru masalah masalah baru kurang atensi : hanya dilafalkan dengan GLOBAL serta kurang penanganan yang Detail dan Tegas, sedang korban sudah berjatuhan ( pengamat TV One tadi malam ). Tentang Ketua MPR ini simak di links berikut :

bisa saja mengarah ke pembubaran ormas : FPI

Coretan coretan telaah An Nisa 46 oleh Dr. Hasan El Qudsi

Menanggapi berbagai kejadian di tanah air serta impossible/ tak mungkin tanpa campur tangan DUNIA secara GLOBAL, maka sejenak penulis pernah ikuti kajian tafsir QS An Nisa’ 46 beberapa waktu lalu : Bahwa musuh besar dunia dimanapun bhwa kalau bisa seluruh negara yang ada di dunia akan ” di-yahudikan “. Keberaniannya merubah kitab kitab suci : bukti otentik. Membunuh para Nabi Nabi era dulu : bukti eksperimentik, apalagi cuma ummat N. Muhammad SAW. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat ini menyandang sebagai umat Beliau. Apapun bentuk dan jenis negara itu berada, karena Pemilik Alam semesta : ALLOH SWT.

Thus, apapun yang berkaitan dengan umat islam secara khusus dan negri tempat dimana muslimin berada, akan diganggunya. Caranya bisa halus, samar, terang terangan atau harus dengan kekerasan sebagaimana protokol yang mereka buat di bukit Zion. Tentang ini simak saja di :
dokumen protokol di bukit Zion

Keinginannya cuma 1 : jika semua negri negri sudah tunduk, maka berhasil lah mereka sebagai musuh Alloh SWT ( banyak ayat yang terangkan ), akan sesumbar : Kamilah Orang Orang Yang Pernah di-istimewakan oleh TUHAN ( banyak Nabi Nabi dan Raja dari kalangan Yahudi ini diantaranya : Musa AS ( Moses ), Sulaiman AS ( Solomon ), Dawud AS ( David ) dan sekarang saatlah pimpin dunia……..yahh dunia penuh angkara murka…….hanya ini tanggapan penulis….Allohu A’lam Bis Showaabb…….


M. Simoncelly : Raja Balap Tewasnya memang bukan di Kasur

Tanggal 22 Januari 2012, awal tragedi diawali tergelincirnya Xenia bernomor B 2578 XI yang dikemudikan Afriani yang renggut nyawa 8 orang di lokasi. Kejadian yang menghujam Mendagri soal seputar minuman keras (miras) yang polemik nya berantai hingga saat ini. Betapa tidak, barang HARAM akan dibungkus regulasi hingga tetap boleh dikonsumsi yang digawangi payung hukum. Alloh SWT : langsung berikan PELAJARAN dan tak tanggung tanggung. Atas peristiwa tersebut, Jasa Rajarja harus keluarkan kocek CASH agar tidak kena komplain berikutnya. Selang sehari tambah korban 1 meninggal. tentang jumlah memang kadang simpang siur, mana yang paling kredible.

korban organ vital Tugu Tani Accident

Kira kira seminggu kemudian disusul Bus Maju Jaya yang masuk jurang sedalam 20 meter di Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat, atau di lereng Gunung Cakrabuana, hingga 2 Februari 2012 bertambah menjadi 13 orang. Berikut nama-nama korban tewas kecelakaan tragis tersebut bisa dilihat di :

nama nama korban di Sumedang

Jalur Sumedang yang Penulis pernah ” survey ” daerah ini memang berkontur cukup bergelombang serta jurang yang cukup curam. dalam. Maklum perjalanan dari Bandung menuju Cirebon, jalan negara ini pantas dan layak untuk dilewati. Berbeda cara terjadinya kecelakaan, namun tetap korban berjatuhan tak terhindarkan. Jika kita jeli tarik ulur ke belakang, di malam tahun baru Bus Sumber Kencono di daerah Ngawi. kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 6 nyawa. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Raya Surabaya-Madiun, tepatnya di Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, yang melibatkan bus antarkota antarprovinsi Sumber Kencono dengan sepeda motor. Keenam korban tewas adalah penumpang bus.

Kecelakaan Sumber Kencono di Ngawi : 6 tewas

Diorama Pilot dan Penmpang in Cartoon

Nampaknya Perjalanan masyarakat belum sepenuhnya 86 alias aman bin nyaman, oknum Pilot pesawat sebuah maskapai harus berurusan dengan berwajib karena mengkosumsi narkoba. Bahkan terjadi 2 kali untuk waktu yang tidak terlalu lama. pertama di Makasar dan terakhir di Surabaya. Bila perjalanan DARAT dihadapkan pada kelebihan NYALI SOPIR BUS yang bertabiat bak FORMULA-1, di udara justru PILOT atau SOPIR pesawat ini, takkalah berulah. beruntung saat Landing dan Take Off, tidak sedang dalam pengaruh. Kebetulan nama pilot ini nama sama dengan Penulis, cuma beda REJEKI saja lah…..silakan simak per-pilotan dan narkobanya di :

dunia pilot tak luput dari incaran zat adiktiv/ narkoba

Udara, Pejalan Kaki, Naik Angkutan Umum sejenis Bus, wooowww……serasa tidak nyaman terus. Seminggu kemudian atau 9 Februari 2012 serta belum lama berselang dari Sumedang, arena barisan peti mati kembali terulang oleh Bus Sumber Kencono. Meski ada 2 Cus beda nama namun masih 1 grup yakni Sumber Selamat. Sumber Selamat ( SS ), nampaknya mujur terus dibanding saudara kembarnya SK ( Sumber kencono ) yang periode minggu ini atau Kamis harus alami serpa ( kecelakaan maut ) di wilayah Polres Magetan. Dalam penyelidikan yang dilakukan hingga Jumat petang tersebut, tim Puslabfor Polri melakukan penelitian di tiga lokasi. Lokasi kecelakaan yang berada di jembatan Glodog, lalu di Polres Magetan untuk memeriksa bangkai sedan Honda Accord AG-1363-V, dan lokasi terakhir di Polsek Magetan untuk memeriksa bangkai Bus Sumber Kencono W-7503-UY.

Sumber Kencono dalam Posisi Akhir di arena kecelakaan Magetan

Dalam hal berbagai kecelakaan, sudaj selayaknya petinggi jika perlu Presiden ungkap bulan berduka entah bagaimana ekspresinya, sebab kejadian bertubi tubi menunjukkan ada ” yang tak beres ” di instansi paling bawah yang bersentuhan dengan masyarakat langsung. Memang, setalah IJIN PERMIT keluar, semua diserahkan pada otobus yang bersangkutan. Namun, setalah peristiwa Ngawi ( awal tahun baru ), institusi terkait harus LEBIH TEGAS entah peringatan, pembinaan bila perlu pencabutan ijin trayek…….Mau berapa korban lagi menyusul….?? 1 minggu lagi, 2 minggu lagi sedang sejak Tugu Tani hungga terakhir Bus SK : masing masing sekitar 1 minggu saja interval waktu kejadian.

Serentetan Kejadian, sebagai manusia memang syah syah saja analisa via rasional formal yang biasa dikaitkan dengan kondisi fisik. Entah human error atau mekanis error. Ada yang tak kalah tragis, 2 hari lalu di area Sulawesi Utara : oknum Guru yang sedang taraf BELAJAR NYOPIR menubruk siswa siswinya yang saat itu sedang nunggu angkot buat ke sekolah. Ada 9 personil siswa yang tertabrak, namun tidak sempat panjang lebar masuk berita, dibanding Tugu Tani yang cukup sita perhatian publik…

Kapan Republik ini yang dengan pameo ” gemah ripah loh jinawi ” berubah tema bahkan berubah makna menjadi ” tambah sripah saben sasi ” atau dalam bahasa Indonesia : Selalu Bertambah Korban ( baca : nyawa ) setiap bulannya……?????